Senin, 14 Februari 2011

Berkurang 1 Thn Usia ku

Tak terasa, hari ini adalah hari dimana usiaku berkurang lagi satu tahun di dunia ini. Entah, setelah detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini, atau tahun ini aku masih bisa bernafas atau tidak? waAllahuallam bishawab..

Di hari ini tak ada kue tak ada lilin. Yah, udah kegedean juga sih.. udah 22 tahun, udah menghadapi KP he,,he,, sungguh perjalanan usia yang terasa begitu cepat. Rasanya baru kemarin masih berseragam putih abu..Tapi walau begitu, saat ini ada sejumput doa yang kupanjatkan. Aku ingin jadi seorang muslim, seorang muslim yang baik. Begitu banyak kisah yang telah kulewati, pasang surutnya hidup,Ujian dan cobaan silih berganti. Tapi Dia-lah yang selalu menjadikan aku dapat berdiri dan mengahadapi semuanya,, Dialah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim...

Ya Rabb! Kenalkan aku dengan diriku,, agar aku dapat mengenali-Mu...!
Baca Selengkapnya →Berkurang 1 Thn Usia ku

Tertuju: ibu yg slalu setia mengalirkan airmatanya untukku...

Saat subuh sedang menyembul malu-malu,kau kecup keningku dgn doa..
Hingga tetes embun dari lingkaran matamu menyentuh pipiku..

Subuh itu aku akan pergi,dgn mata sembab dan bibir terdiam tanpa kata.karena satu kata saja,akan mewakili ribuan tetes bening airmatamu...

Ibu,izinkan aku minum dari air telapak kakimu,makan dari air liurmu,mandi dengan darahmu,tersayat dari pengorbananmu...
Tolong ajarkanku slalu tentang kesabaran itu bu..
Karena aku sulit menemukannya..
Tularkan aku slalu tentang keikhlasanmu bu, karena terkadang hatiku slalu beku...

Tempat ini,selalu bertingkah seperti rautmu,byk mengajarkan sesuatu tentang hidup.
Kesendirian dan kesunyian ini sangat menekanku kemanapun aku pergi..
Slalu kutatap keatas saat jatuh, sperti yang kau ajarkan, berharap sekonyong-konyong tanganmu terulur padaku...Namun smuanya,waktu,udara,takdir,sepi,memaksaku bangkit sendiri,tanpa tanganmu...
Walau peluh dan airmata kadang menenggelamkanku kembali, seperti ombak besar menelan karang kecil, tidak ada artinya...
Tapi aku tahu,kau tahu,bahwa aku bisa bangkit lagi dengan dewasa...

Ibuku tersayang,memori tentangmu bernyanyi-nyanyi dikepalaku..
Kau membawaku kemana saja,disaat kutertidur pulas tak mengerti di rahimmu...
9bulan lebih,dibawa tidur,makan,belanja,mandi,hingga aku ikut merasa bahagia dan sedihmu..

Malam 15 april 1988 itu pasti ibu tidak nyaman,berjuang dalam palung kesakitan terdalam, mengalahkan smua sakit dan perih utk menang sebagai wanita sempurna..

Ibu,tak banyak kutahu tentang sakitmu itu,aku tak mengerti rasanya bu..
Karena memang aku tak pernah bisa menyelami dan menghapus segala airmata yang tertumpah dari sejak aku lahir hingga sekarang...
Aku tak bisa menyekanya satu persatu untuk kutelan dan cicipi rasanya seperti apa..
Ibu,maaf...

Aku selalu membuatmu menangis dan khawatir...
Sesungguhnya aku sangat mencintaimu, dari selenting kuku hingga rusuk belakangmu,dari ujung rambut hingga kutikula kakimu...
Maka kuatkan hatimu bu,jangan bersedih...
Aku tak ingin lagi mendengar ayah berkata" nah,kenapa tu perempuan terbaikku sedang bersedih ?......
15 April 2009 24:00 PM
Baca Selengkapnya →Tertuju: ibu yg slalu setia mengalirkan airmatanya untukku...

Sabtu, 12 Februari 2011

RETENSI URIN PERMASALAHAN DAN PENATALAKSANAANNYA

PENDAHULUAN
Retensi Urin merupakan suatu keadaan darurat urologi yang paling sering ditemukan dan
dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berarti bahwa seorang dokter atau perawat dimanapun dia  bertugas kemungkinan besar pernah atau akan menghadapi kelainan ini. Oleh karena itu, yang bersangkutan harus bisa mendeteksi kelainan tersebut dan selanjutnya dapat melakukan penanganan awal secara benar.
Bilamana retensi urin tidak ditangani sebagaimana mestinya, akan mengakibatkan terjadinya penyulit yang memperberat morbiditas penderita yang bersangkutan. Pada dasarnya tidak diperlukan peralatan maupun ketrampilan yang khusus untuk mendeteksi dan menangani penderita dengan retensi urin, apapun yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut. Permasalahan yang sering dihadapi seorang dokter atau seorang perawat adalah- Retensi urin tidak dideteksi karena kelainan ini tidak terpikirkan, penderita tidak mengeluh atau mengatakan bahwa masih bisa kencing secara berkala (inkontinensi paradoksa).

- Retensi menambah penderitaan atau menimbulkan penyulit yang merugikan, bahkan bersifat permanen dan hal ini dapat terjadi karena dokter atau perawat menangani kelainan tersebut tanpa
memperhatikan persyaratan yang ditentukan, belum berpengalaman atau peralatan yang dibutuhkan tidak dimiliki.


Pada artikel ini akan diuraikan secara mendasar sebab-sebab terjadinya retensi urin, cara mendeteksi dan cara melakukan penanganan secara benar dan akan diketengahkan pula beberapa "pifalls" dan "tips" yang perlu diketahui oleh seorang dokter maupun seorang perawat bila menghadapi kasus retensi urin.


Tujuan Umum
Setiap dokter dan perawat mampu mendeteksi dan melakukan tindakan awal secara benar dimana
dan kapan saja pada setiap kejadian retensi urin.


Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kuliah ini yang bersangkutan :

  • mengetahui mendeteksi terjadinya retensi urin, baik yang akut maupun yang kronis.
  • memahami berbagai alternatif dan cara menanganai retensi urin secara benar
  • memiliki kemampuan untuk memilih alternatif penanganan yang tepat sesuai dengan peralatan dan ketrampilan yang dimiliki.
  • mengetahui penyulit yang dapat terjadi bila penanganan awal tidak adekuat.
  • mengetahui cara merawat lanjutan termasuk bagaimana merujuk penderita yang sudah dikelola pada fase awal.
PEMBAHASAN
Definisi
Retensi urin adalah keadaan dimana penderita tidak dapat mengeluarkan urin yang terkumpul didalam buli-buli sehingga kapasitas maksimal dari buli-buli dilampaui.
Proses Miksi:


Buli-buli berfungsi ganda

  1. Menampung urin sebagai "reservoir". Pada fase ini otot buli-buli (detrusor) dalam keadaan relaksasi sedangkan sfmgter dalam keadaan tegang (menutup). Bila volume urin mencapaib kapasitas fisiologis (pada orang dewasa berkisar antara 250-400 ml), akan timbul rangsangan untuk miksi, namun proses miksi masih bisa ditangguhkan karena ditahan oleh yang bersangkutan. Bila volume urin mencapai kapasitas maksimal (pada orang dewasa berkisar antara 500-600 ml), rangsangan untuk miksi makin meningkat, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan proses miksi masih bisa ditahan sementara dengan menegangkan sfingter uretra eksternum secara sadar (otot bergaris)
  2. Mengosongkan isinya, disebut proses miksi. Peristiwa ini memerlukan kerja sama yang terkoordinir secara harmonis antara detrusor yang berkontraksi dan sfmgter yang mengalami relaksasi sehingga urin memancar keluar sampai buli-buli kosong. Pada kedua fase tersebut diatas, buli-buli mencegah pengaliran urin kembali kedalam ureter (mencegah terjadinya refluks).
Proses miksi akan berlangsung lancar bila detrusor dan sfingter dalam keadaan baik, berfungsi
normal (terkoordinir secara harmonis) dan tidak terdapat hambatan di uretra. Penyebab retensi urin .

  • Kelemahan detrusor.
  • cedera /gangguan pada sumsum tulang belakang, kerusakan serat saraf (diabetes melitus), detrusor yang mengalami peregangan/dilatasi yang berlebihan untuk waktu lama
  •  Gangguan koordinasi detrusor-sfingter (dis-sinergi)
  • cedera /gangguan sumsum tulang belakang di daerah cauda equina.
  • Hambatan pada jalan keluar:
  • kelainan kelenjar prostat (BPH, Ca)
  • striktura uretra
  • batu uretra
  • kerusakan uretra (trauma)
  • gumpalan darah didalam lumen buli-buli (clot retention) dll.
Akibat retensi urin
  • Buli-buli akan mengembang melebihi kapasitas maksimal sehingga tekanan didalam lumennya  dan tegangan dari dindingnya akan meningkat.
  • Bila keadaan ini dibiarkan berlanjut, tekanan yang meningkat didalam lumen akan menghambat aliran urin dari ginjal dan ureter sehingga terjadi hidroureter dan hidronefrosis dan lambat laun terjadi gagal ginjal.
  • Bila tekanan didalam buli-buli meningkat dan melebihi besarnya hambatan di daerah uretra, urin akan memancar berulang-ulang (dalam jumlah sedikit) tanpa bisa ditahan oleh penderita, sementara itu buli-buli tetap penuh dengan urin. Keadaan ini disebut : inkontinensi paradoksa atau "overflow incontinence"
  • Tegangan dari dinding buli-buli terns meningkat sampai tercapai batas toleransi dan setelah batas ini dilewati, otot buli-buli akan mengalami dilatasi sehingga kapasitas buli-buli melebihi kapasitas maksimumnya, dengan akibat kekuatan kontraksi otot buli-buli akan menyusut.
  • Retensi urin merupakan predileksi untuk terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) dan bila ini terjadi, dapat menimbulkan keadaan gawat yang serius seperti pielonefritis, urosepsis, khususnya pada penderita usia lanjut. Gambaran Klinis
  • Rasa tidak nyaman hingga rasa nyeri yang hebat pada perut bagian bawah hingga daerah genital.
  • Tumor pada perut bagian bawah.
  • - Tidak dapat kencing.
  • Kadang-kadang urin keluar sedikit-sedikit, sering, tanpa disadari, tanpa bisa ditahan (inkontinensi paradoksa).
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Tidak bisa kencing atau kencing menetes /sedikit-sedikit
Nyeri dan benjolan/massa pada perut bagian bawah
Riwayat trauma: "straddle", perut bagian bawah/panggul, ruas tulang belakang.
Pada kasus kronis, keluhan uremia
Pitfalk
Retensi urin pada:
penderita cedera pada sumsum tulang belakang (paraplegi), tidak merasakan nyeri bila bulibuli
penuh.
penderita trauma tulang panggul yang disertai kerobekan uretra, rasa nyeri kabur karena juga
dirasakan nyeri akibat kerusakan struktur lainnya.
Inspeksi:

Penderita gelisah
 Benjolan/massa perut bagian bawah
 Tergantung penyebab : batu dimeatus eksternum, pembengkakan dengan/tanpa fistulae didaerah
penis dan skrotum akibat striktura uretra, perdarahan per uretra pada kerobekan akibat trauma.
Palpasi dan perkusi
 Teraba benjolan/massa kistik-kenyal (undulasi) pada perut bagian bawah.
 Bila ditekan menimbulkan perasaan nyeri pada pangkal penis atau menimbulkan perasaan
ingin kencing yang sangat mengganggu.
 Terdapat keredupan pada perkusi.
Dari palpasi dan perkusi dapat ditetapkan batas atas buli-buli yang penuh, dikaitkan dengan jarak
antara simfisis-umbilikus.
Tergantung penyebab
- teraba batu di uretra anterior sampai dengan meatus eksternum.
- teraba dengan keras (indurasi) dari uretra pada striktura yang panjang
- teraba pembesaran kelenjar prostat pada pemeriksaan colok dubur.
- teraba kelenjar prostat letaknya tinggi bila terdapat ruptur total uretra posterior.
Kepastian diagnosis
 Foto polos abdomen dan genitalia
- terlihat bayangan buli-buli yang penuh dan membesar.
- adanya batu (opaque) di uretra atau orifisium internum.
 Uretrografi untuk melihat adanya striktura, kerobekan uretra, tumor uretra.
 Ultrasonografi untuk melihat volume buli-buli, adanya batu, adanya pembesaran kelenjar
prostat.
Pitfall
 Pada wanita dewasa massa di perut bagian bawah harus dibedakan antara buli-buli yang
penuh akibat retensi urin, uterus yang membesar karena kehamilan atau sistoma ovarii yang
besar.
Tips
 Tanpa adanya fasilitas radiologi, disarankan untuk melakukan kateterisasi (kateter nelaton
16F) untuk memastikan diagnosis sekaligus untuk menanggulangi retensi urinnya (lihat
syarat-syarat dan tehnik kateterisasi)
 Pada pria tidak dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dan menangani retensi urin dengan
kateter logam.
PENATALAKSANAAN:
Bila diagnosis retensi urin sudah ditegakkan secara benar, penatalaksanaan ditetapkan
berdasarkan masalah yang berkaitan dengan penyebab retensi urinnya.
Pilihannya adalah
1. Kateterisasi
2. Sistostomi suprapubik
- trokar
- terbuka
3. Pungsi suprapubik
1. Kateterisasi
Syarat-syarat
- dilakukan dengan prinsip aseptik
- digunakan kateter nelaton/sejenis yang tidak terlalu besar, jenis Foley
- diusahakan tidak nyeri agar tidak terjadi spasme dari sfingter.
- diusahakan dengan sistem tertutup bila dipasang kateter tetap.
- diberikan antibiotika profilaksis sebelum pemasangan kateter 1 X saja (biasanya tidak diperlukan
antibiotika sama sekali). Kateter tetap dipertahankan sesingkat mungkin, hanya sepanjang masih
dibutuhkan.
Teknik kateterisasi
- Kateter Foley steril, untuk orang dewasa ukuran 16-18 F.
- Desinfeksi dengan desinfektans yang efektif, tidak mengiritasi kulit genitalia (tidak mengandung
alkohol)
- Anestesi topikal pada penderita yang peka dengan jelly xylocaine 2-4% yang dimasukkan dengan
semperit 20cc serta "nipple uretra" diujungnya. Jelly tersebut sekaligus berperan sebagai pelicin.
(Pada batu atau striktura uretra, akan dirasakan hambatan pada saat memasukkan jelly tersebut)
- Kateter yang diolesi jelly K-Y steril dimasukkan kedalam uretra. Pada penderita wanita biasanya
tidak ada masalah. Pada penderita pria, kateter dimasukkan dengan halus sampai urin mengalir
(selalu dicatat jumlah dan warna / aspek urin), kemudian balon dikembangkan sebesar 5-10 ml. .
- Bila diputuskan untuk menetap, kateter dihubungkan dengan kantong penampung steril dan
dipertahankan sebagai sistem tertutup.
- Kateter di fiksasi dengan plester pada kulit paha proksimal atau didaerah inguinal dan diusahakan
agar penis mengarah kelateral, hal ini untuk mencegah terjadinya nekrosis akibat tekanan pada
bagian ventral uretra di daerah penoskrotal
Perawatan Kateter tetap
Penderita dengan kateter tetap harus
- Minum banyak untuk menjamin diuresis
- Melaksanakan kegiatan sehari-hari secepatnya bila keadaan mengijinkan Membersihkan ujung
uretra dari sekrit dan darah yang mengering agar pengaliran sekrit dan lumen uretra terjamin.
- Mengusahakan kantong penampung urin tidak melampaui ketinggian buli-buli agar urin tidak
mengalir kembali kedalamnya
- Mengganti kateter (nelaton) setiap dua minggu bila memang masih diperlukan untuk mencegah
pembentukan batu (kateter silikon : penggantian setiap 6-8 minggu sekali)
Pitfalls :
 Ukuran kateter yang terlalu besar akan menekan mukosa uretra dan menghambat pengaliran
sekrit yang diproduksi sehingga mengundang terjadinya uretritis dengan segala
konsekuensinya (a.l striktura)
 Mengembangkan balon dan kateter yang ujungnya belum masuk sempuma di dalam lumen
buli-buli akan menimbulkan nyeri dan bila dipaksakan dapat menimbulkan lesi pada uretra.
 Melakukan kateterisasi secara kasar akan menimbulkan nyeri dan terjadi spasme dan sfingter
sehingga kateter tidak dapat masuk
Tips :
 Menggunakan jelly dari bahan yang larut dalam air dan tidak menimbulkan iritasi pada
mukosa uretra (jelly K-Y').
 Menghindari penggunaan antibiotika pada pemasangan kateter tetap karena akan
mengandung tumbuhnya kuman yang kebal. Penggunaan antibiotika hanya dibenarkan bila
terjadi bakteriemia atau terdapat ancaman sepsis.
 Mengusahakan pengaliran urin selalu lancar (bebas dari tekukan selang kantong penampung
dan gumpalan darah, dan debris dan sebagainya) dengan mengusahakan diuresis yang
memadai dan mengusahakan sistem tertutup yang tidak mengganggu.
 Mengatasi spasrne sfingter dengan menekan tempat tersebut selama beberapa menit dengan
ujung kateter sehingga begitu terjadi relaksasi, kateter akan masuk dengan lancar (perlu
kesabaran)
 Mencegah balon dikembangkan di dalam lumen uretra dengan cara memasukkan kateter
sedalam mungkin kedalam bull-buh, balon dikembangkan dan setelah itu kateter ditarik
kembali sehingga balon terletak tepat pada orifisium internum.
2. Sistostomi Trokar
Indikasi
1. Kateterisasi gagal : striktura, batu uretra yang menancap (impacted).
2. Kateterisasi tidak dibenarkan : kerobekan uretra path trauma.
Sebagian ahli berpendapat bahwa sistostomi pada pria lebih aman daripada kateter tetap karena
penyulit akibat pemakaian kateter pada uretra dapat ditiadakan (uretritis, striktura, fistula)
Syarat-syarat:
- Retensi urin dan bull-buli penuh, kutub atas lebih tinggi pertengahan jarak antara simfisis -
umbilikus
- Ukuran kateter Foley lebih kecil daripada celah dalam trokar (< - > 20F)
Pitfalls
 Cara kerja yang tidak sistematis dan kurang cepat bisa berakibat buli-buli sudah menguncup
(karena semua urin mengalir keluar) sebelum berhasil masuk kedalam lumen buli-buli.
 Kekuatan besar untuk mengatasi tahanan dan kulit dan fasia dapat menyebabkan dorongan
kelewatan sehingga trokar menembus dinding belakang buli-buli.
Tips
 Siapkan segala peralatan sebelum mulai melakukan sistostomi sehingga dapat bekerja cepat.
Dicek ukuran kateter dan balon dites terlebih dahulu.
 Untuk menghindari tahanan dari kulit dan fasia, kedua struktur tersebut ditusuk/disayat
terlebih dahulu dengan pisau tajam sehingga trokar dapat menembus dinding buli-buli
dengan mulus
 Ujung kateter Foley dipotong beberapa milimeter distal dari balon, sehingga segmen kateter
yang masuk lumen buli-buli tidak terlalu panjang.
Sistostomi Terbuka
Indikasi
- lihat sistostomi trokar
- bila sistostomi trokar gagal
- bila akan melakukan tindakan tambahan seperti mengambil batu di dalam bull-buli, evaluasi
gumpalan darah, memasang "drain" di rongga Retzii, dan sebagainya.
Perawatan kateter sistostomi jauh lebih sederhana daripada kateter tetap melalui uretra. Demikian
pula penggantian kateter sistostomi setiap dua minggu, lebih mudah dan tidak menimbulkan nyeri
yang berarti. Kadang-kadang saja urin merembes di sekitar kateter.
3. Pungsi Buli-Buli
Merupakan tindakan darurat sementara bila keteterisasi tidak berhasil dan fasilitas / sarana untuk
sistostomi baik trokar maupun terbuka tidak tersedia. Digunakan jarum pungsi dan penderita
segera dirujuk ke pusat pelayanan dimana dapat dilakukan sistostomi.
Penderita dan keluarga harus drberi informasi yang jelas tentang prosedur ini karena tanpa
tindakan susulan sistostomi, buli-buli akan terisi penuh kembali dan sebagian urin merembes
melalui lubang bekas pungsi.
CARA MERUJUK PENDERITA
Rujukan ditentukan oleh masalah atau diagnosis yang dihadapi, karena tindakan awal (kateterisasi,
sistostomi maupun pungsi suprapubik), harus diikuti dengan evaluasi lanjutan dan tindakan
definitif.
KESIMPULAN

Untuk mendeteksi retensi urin tidaklah sulit. Diperlukan perhatian dan kewaspadaan dari
dokter maupun perawat yang bersangkutan.

Untuk menangani retensi urin tidak dibutuhkan keahlian maupun ketrampilan khusus.
Diperlukan pemahaman akan syarat-syarat dan tekniknya serta cara-cara merawatnya.

Di informasikan pula mekanisme rujukan.
Dengan memperhatikan pitfalls dan tips, penanganan retensi urin sebagai tindakan awal akan
mengurangi penderitaan clan mencegah terjadinya penyulit yang lebih serius.
Baca Selengkapnya →RETENSI URIN PERMASALAHAN DAN PENATALAKSANAANNYA

Minggu, 23 Januari 2011

UAS Interaksi Manusia & Komputer

  1. Dalam interaksi manusia dan komputer, mengenal istilah ragam dialog. Jika pengembangan sistem / aplikasi software menuntut interface yang baik, seberapa penting fungsi ragam dialog tersebut? konsep-konsep apa saja yang ditawarkan ragam dialog supaya sistem / aplikasi dikatakan user-friendly?jelaskan!
  2. Ketika sistem / aplikasi dikembangkan dan digunakan oleh user dan didapati kesalahan dari sistem, entah tidak bekerja maksimal sistem tersebut / adanya kesalahan penggunaan, maka perlunya dibuat dokumentasi / help. Seberapa penting fungsi dokumentasi / help bagi sistem / aplikasi? Jelaskan pengaruh adanya dokumentasi / help dengan sistem / aplikasi yang kompleks!
  3. Tahapan-tahapan pengembangan sistem / aplikasi yang paling terakhir adalah evaluasi. Jika dilihat dari sisi IMK, apa saja yang pelu dilakukan dalam evaluasi aplikasi / sistem yang dibuat tersebut?! jelaskan masing-masing pendekatan dalam melakukan evaluasi! Serta jelaskan karakteristik pendekatan dalam melakukan evaluasi tersebut!
  4. Point-point apa saja yang mendasari sebuah website / situs dikatakan usefulness dan aksesbilitas nya baik? Seberapa besar pengaruh konten website dengan aksesbilitas user dalam mengakases situs/website? Adakah korelasi terhadap interface yang bagus mencerminkan situs/web tersebut akan selalu diakses oleh pengguna?!
  5. Jelaskan kaitan antara Computer Mediated Communication dengan Computer Supported Cooperative Work (CSCW)?! Adakah kelemahan komunikasi berbasis teks dbandingkan dengan komunikasi verbal terhadap komputer?! Untuk jawabannya Baca
Hahaaaaa.......
Ternyata Anda Belum Beruntung.....
Coba Beberapa saat Lagi.... PISS.....^_^
Baca Selengkapnya →UAS Interaksi Manusia & Komputer

Jumat, 21 Januari 2011

SINUSITIS (SINUS)

Apakah sinusitis itu?


Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tulisan kali ini lebih menitikberatkan pembahasan pada sinusitis yang disebabkan oleh infeksi.

Apakah sinus itu?


Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

Apa yang menyebabkan sinusitis?


Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam, flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri. Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.

Apa saja tipe sinusitis?


Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.

Apa saja gejala sinusitis?


Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.

Bagaimana mendiagnosa sinusitis?


Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

Bagaimana mengobati sinusitis?


Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes. Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

Apa komplikasi dari sinusitis?


Komplikasi yang serius jarang terjadi, namun kemungkinan yang paling gawat adalah penyebaran infeksi ke otak yang dapat membahayakan kehidupan.

Kesimpulan


Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat akan mampu sembuh dengan baik. Segeralah ke dokter jika anda menjumpai gejala gejala sinusitis.

sumber : blogdokter.net
Baca Selengkapnya →SINUSITIS (SINUS)

Jumat, 14 Januari 2011

Mengatasi Batuk


Batuk adalah suatu proses alami yang penting untuk menjaga agar tenggorokan dan jalan napas senantiasa bersih. Pada batuk produktif atau batuk berdahak seseorang yang menderita mungkin mengalami keluhan seperti rasa tidak nyaman akibat dahak di dalam suluran pernafasan dan sulit bernafas yang seringkali menimbulkan stres

Kebanyakan orang selalu menganggap batuk adalah penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin batuk yang berlangsung lama selain sangat mengganggu serta menjengkelkan dan bahkan bisa menular, dapat juga menimbulkan infeksi sekunder pada saluran pernafasan.

Penyebab timbulnya batuk sangat bervariasi diantaranya karena stimulasi infeksi yang meliputi peradangan lapisan mukosa/lendir saluran pernafasan seperti pada penyakit influenza, bronkhitis yang disebabkan oleh bakteri atau virus, dan merokok yang berlebihan. Akibat stimulasi mekanis yang disebabkan oleh masuknya partikel-pertikel kecil seperti debu, atau karena penekanan/tegangan saluran pernafasan misalnya karena penekanan tumor, penurunan kelenturan jaringan paru yang disebabkan jaringan perut, atau edema paru/adanya cairan dalam paru. Akibat rangsangan kimiawi yang masuk berupa gas yang bersifat iritatis seperti asap rokok atau gas kimia.Penyebab batuk yang paling umum yaitu infeksi/radang saluran pernafasan oleh karena mikroorganisme virus atau bakteri. Batuk ini biasanya disertai pilek, dan hidung tersumbat. Batuk yang dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya suatu tindakan dapat mengakibatkan komplikasi. Komplikasi batuk ini terdiri dari 3 macam, yaitu serangan tiba-tiba yang dapat menyebabkan sinkop (pingsan/hilang kesadaran sementara), batuk yang sangat kuat atau hebat dapat menyebabkan pecahnya alveoli (rongga-rongga udara) dalam paru, dan patahnya tulang iga. Untuk itu sebelum batuk menjadi lebih berbahaya perlu adanya upaya pencegahan dan upaya untuk mengatasinya.

Berikut ada beberapa tips/cara untuk mencegah dan mengatasi batuk produktif diantaranya :

1. Minumlah air putih sekurang-kurangnya 8 gelas perhari untuk mengencerkan dahak.
2. Mandi air hangat akan membantu mengencerkan dahak / lendir sehingga lebih mudah di batukkan.
3. Hindari komsumsi alkohol atau kafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga memperbanyak keluarnya cairan tubuh. Cairan tubuh sangat diperlukan untuk menjaga agar dahak / lendir tetap encer.
4. Berhenti merokok, hindari pemaparan terhadap debu, lingkungan yang terlalu kering atau terlalu dingin.
5. Jaga agar tubuh tetap hangat dan istirahat yang cukup.

Untuk pengobatan secara tradisional

1. Minum seduhan satu potong jahe, satu potong kencur dan 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 hari.
2. Minum seduhan satu potong jahe, 3 lembar daun wungu dan 5 biji cengkeh di minum sehari sekali selama 3 hari.
3. Minum seduhan satu potong jahe, 3 lembar potongan daun sirih dan 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 har.i

Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas dengan catatan apabila dalalm 3 hari tetap tidak ada perubahan sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut.

sumber : blogsehat
Baca Selengkapnya →Mengatasi Batuk

Selasa, 04 Januari 2011

Cincin Pelangi Lingkari Matahari di Yogyakarta


Fenomena matahari dikelilingi lingkaran mirip pelangi yang terlihat di Yogyakarta, Selasa (4/1/2011). Fenomena alam yang jarang terjadi ini menjadi tontonan warga Yogyakarta yang tengah memperingati kepindahan ibu kota negara ke Yogyakarta, 4 Januari 1946.
Para peserta kuliah umum "Republik Yogya" yang diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri Universitas Gadjah Mada keluar untuk menyaksikan matahari pagi yang dilingkari pelangi ini. Salah satunya Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, putri Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, turut keluar untuk menyaksikannya.Pemandangan ini terlihat jelas di langit Yogyakarta yang cerah. Lingkaran pelangi berwarna merah, jingga, kuning, dan hijau terentang dengan radius cukup luas dari matahari. Salah satu pemerhati budaya Yogyakarta, Heri Dendi, mengatakan, dalam bahasa Jawa, fenomena ini dikenal sebagai kluwung.
Baca Selengkapnya →Cincin Pelangi Lingkari Matahari di Yogyakarta

Sabtu, 01 Januari 2011

Template Desain Kalender 2011 Cantik

Nyari – nyari desain kalender yang unik untuk cetak kalender? atau sekedar nyari-nyari desain kalender hanya untuk inspirasi? Di postingan kali ini saya ingin share desain yang sudah jadi dan tidak usah edit-edit atau desain lagi. Desainnya cukup lumayan sih kalo untuk cetak kalender pecinta bambang Pamungkas. mah icon biggrin Template Desain Kalender 2011 Cantik . Backgoundnya simpel ajah dan sudah dilengkapi dengan kalender umum 2011 (tanpa ada kalender hijriyahnya, atau pun kejawennya).silahkan aja unduh filnya insya allah memuaskan dah.....
Baca Selengkapnya →Template Desain Kalender 2011 Cantik
@Copyright by: Memories In My Life Yudi Gp