Tampilkan postingan dengan label ISLAM DAN KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM DAN KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

CINTAILAH ANAK-ANAKMU DALAM SENANDUNG DO'A & KASIH SAYANG

Anak-anak adalah keindahan yang menarik jiwa manusia, kepadanya cinta diberikan dan bukan diminta. Betapa “bodohnya” manusia yang melihat eksistensi abstrak pada kanak-kanak itu dengan sebagian inderanya… namun tetap ragu dan menunggu anak-anak itu menampakan diri pada semua inderanya, bukankah dengan mata iman dan mata hati kita menyaksikan keagungan Tuhan Yang Maha Lembut melalui anak-anak…. mu

Muhammadpun di utus… agar manusia menghormati dan memanusiakan anak-anak… empat belas abad silam sejarah menyaksikan… seorang Sahabat Anshar yang “shaleh” meninggal dengan meninggalkan anak-anaknya yang masih belia, tanpa tempat tinggal, tanpa pangan, sandang dan papa diantara masyarakatnya… anak-anak seorang “sahabat” itu ditinggal compang-camping dan sebagai peminta-minta… Rasulullah saw untuk beberapa lama baru mengetahui hal itu… dan sang Manusia suci itu bergegas menolong anak-anak itu… beliau bertanya pada kaumnya tentang ayah anak-anak itu… dan mereka bercerita, kemudian Rasulullah saw bertanya “Apa yang telah kalian perbuat dengan ayah dari anak-anak terlantar ini ? mereka menjawab “Kami telah menguburkanya bersama kaum muslimin dan memperlakukan ia sebagaiaman kaum muslimin yang wafat Rasaulullah saw dengan sedih bersabda “Andaikan aku mengetahui, maka tiada akan aku biarkan kalian menguburnya bersama bersama orang-orang muslim, ia telah meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil dengan kesengsaraan meminta-minta kepada manusia “
Kyai Zamawi Imran dari Bangkalan-Madura pernah menggubah puisi Al Ghazali kedalam sebuah cerita dialog yang menarik
...
Kepada seorang Kyai (ulama) datanglah seorang ayah...
ia mengeluhkan kekesalan dengan keluarganya kepada sang Kyai, ia berkata :
"Kyai, sekarang ini saya bosan dirumah !?”, “Mengapa ? tidak adakah yang menarik lagi dirumahmu ?” Tanya Kyai, “Yah, begitulah… semuanya menjemukan !” jawab seorang ayah itu, Keyai itu kemudian bertanya, “Berapa anakmu ?,” dua, satu laki-laki dan satu perempuan” jawab dia. “ Berapa umur anak-anakmu ? Tanya Kyai lagi. “ yang laki-laki lima tahun… adik perempuanya tiga tahun” jelas sang ayah itu pada kyai. Lalu Kyai bertanya lagi pada sang ayah itu :
“Pernahkah engkau sesekali memperhatikan anak-anakmu ?” tanya kyai
“Tidak” jawabnya singkat
“Pernahkah engkau perhatikan saat anak-anakmu mekan ? Tanya Kyai lagi
“belum pernah kyai” jawabnya cepat
“Ketika sedang bermain”
“Juga tidak”, jawab sang ayah itu
“Pernahkah engkau memperhatikan anak-anakmu ketika ia pulas tertidur ditengah malam ?”
“Tidak pernah Kyai, memangnya kenapa, dan ada apa itu ? jawab sang ayah penuh keheranan
“Sesekali cobalah lakukan itu, dan ajaklah istrimu “
“Perhatikan anak-anakmu…”
“Ketika engkau perhatikan anak-anakmu, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu”
“pelanjut denyut hidupmu yang akan meneruskan generasimu, yang harus engkau curahi cinta dan kasih sayangmu”
“Sadarilah… bahwa anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu”
“Perhatikan ketika mereka makan… lihatlah bagaimana mereka mengunyah dengan lahap rezeki yang dikirim Tuhan melalui tanganmu yang bekerja keras siang dan malam”
“Perhatikanlah saat mereka tidur… cobalah lihat hidungnya yang mungkin mirip engkau, bibirnya menyerupai ibunya, dan dengarkanlah pula desah nafasnya ketika menghirup dan menghembuskan udara, itu semua pertunjukan indah yang disuguhkan Allah untukmu… kalau engkau membiasakan melakukan itu sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara… Diantar orang yang sangat malang ialah orang yang tidak bias menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah anak-anaknya sendiri…”
Baca Selengkapnya →CINTAILAH ANAK-ANAKMU DALAM SENANDUNG DO'A & KASIH SAYANG

Selasa, 06 Juli 2010

Ucapkanlah Allah ! Untuk Kesehatanmu

FENOMENA - Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist yang bernama Vander Hoven [ VH ], dimana telah mengadakan sebuah survey terhadap pasien di rumah sakit belanda yg kesemuanya non muslim selama tiga tahun. Dalam penelitian tersebut VH melatih para pasien untuk mengucapkan kata ALLAH [ Islamic pronouncing ] dengan jelas dan berulang-ulang. Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress / ketegangan [ tension ]AL Watan, surat kabar Saudi sebagaimana telah mengutip dari peryataan professor VH tsb, yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur’an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit yang ada hubungannya [ psychological diseases ].VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata ALLAH tsb sebagai solusi dari kesehatan , ia menekankan dalam penelitiannya bahwa huruf pertama dalam ALLAH yaitu ‘A’ dapat melonggarkan [ melancarkan ] pada jalur pernafasan [espiratory system ], dan mengontrol pernafasan [ controls breathing ].danuntuk huruf konsonan ‘ L ‘ dimana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax, juga VH menambahkan bahwa huruf ‘ H ‘ pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-paru dan Jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung [ heart beat ].
Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, dimana penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-Qur’an ini sangat mengejutkan para ahli, kesehatan di Belanda.
Sekarang bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim yang meyakini
akan kebesaran kitab Suci Al Qur’an, sudahkan membaca dan mengamalkannya..?
Allah says : We will show them our signs in the universe and in their
own selves, until it becomes manifest to them that this [ Quran ] is the
truth.
Baca Selengkapnya →Ucapkanlah Allah ! Untuk Kesehatanmu

Sakitku AmpunanMu

Hidup tak selalu berjalan lurus, menyenangkan, dan membahagiakan. Suatu
saat manusia akan mengalami siklus yang membuatnya tidak dapat melakukan
apa-apa. Dan, karena siklus inilah, Allah SWT menuntut umat manusia untuk
menghadapinya dengan baik, sesuai dengan petunjuk-Nya. Dengan siklus
kehidupan ini juga, umat manusia sesungguhya diuji, apakah tetap tegar dan
optimistis, ataukah putus asa.
Sakit adalah salah satunya. Tak selamanya manusia berada dalam kondisi
sehat, yang memungkinkannya dapat melakukan apa saja. Suatu waktu ia pasti
akan didera oleh satu hal yang membuatnya harus terbaring tak berdaya di
atas ranjang, atau salah satu anggota badannya tidak berfungsi dengan baik.
Pada kondisi seperti ini, godaan untuk berkeluh kesah dan putus asa akan
selalu menyerangnya setiap saat, karena orang sakit potensial untuk putus
asa.
Sakit sesungguhnya adalah batu ujian bagi seorang Mukmin. Sakit bukanlah
adzab yang dilimpahkan karena kebencian Allah, tapi justru itu adalah
bagian dari kasih dan perhatian Allah SWT yang begitu besar kepada orang
beriman. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Sesungguhnya seorang yang beriman
ketika didera musibah sakit, kemudian Allah menyembuhkannya, maka itu
adalah kafarat (penghapus) bagi dosa-dosa yang ia lakukan sebelumnya. Ia
sekaligus menjadi pesan berharga untuk menghadapi masa yang akan datang.'’
(HR Abu Dawud).
Mengapa Allah menghapus dosa-dosa orang Mukmin yang sedang sakit? Ada dua
hal yang menjadi alasannya. Pertama, faktor kesabaran, ketabahan, dan
optimisme seorang Mukmin. Sakit justru adalah ujian kesabaran yang mesti
dihadapi dengan sikap lapang dada dan besar hati. Dalam beberapa ayat
Alquran, Allah SWT sering menyitir bahwa Dia akan selalu menyertai orang-
orang yang sabar dalam menerima ujian, tak terkecuali sakit
ini. ‘’Sesungguhnya Allah akan selalu menyertai orang-orang yang sabar.'’
(QS 2: 153).
Kebersamaan Allah dengan Mukmin yang sakit adalah rahmat yang tiada
terkira. Maka, biarpun rasa sakitnya teramat parah, namun karena ia merasa
bahwa Allah selalu menyertainya, maka hampir-hampir tidak merasakan. Yang
ada hanyalah kedamaian dan ketenteraman berada selalu di sisi-Nya.
Kedua, faktor kesadaran yang timbul akibat sakit tersebut. Sakit
sesungguhnya adalah waktu bagi seseorang untuk merenung dan mengingat-ingat
segala perbuatan yang dilakukan sebelumnya. Seorang Mukmin yang sakit akan
menjadikan sakit itu justru sebagai ladang introspeksi diri, sejauh mana ia
melakukan segala perintah Allah SWT atau menjauhi larangan-Nya, pada saat
ia belum sakit. Sakit sekaligus menjadi pesan bahwa manusia sejatinya
adalah mahluk lemah yang tidak dapat berbuat apa-apa. Sakit yang diderita
adalah bentuk konkretnya.
Dengan demikian, orang yang sakit seharusnya menyadari bahwa sakit justru
merupakan karunia tak terkira baginya. Karena, dengan demikian, berarti
Allah SWT masih peduli dan perhatian padanya. Kafarat dosa tentu adalah
salah satu bagian dari itu. Di balik itu tersimpan pesan yang lebih besar:
Allah SWT sesungguhnya sedang meninggikan derajat seorang Mukmin yang
sedang sakit. Wallahu a’lam.
Baca Selengkapnya →Sakitku AmpunanMu

Tips Makan di Bulan Ramadhan

Sahabat sekalian ….bulan puasa atau ramadhan (secara syahwatiah) menjadi surga bagi para penikmat makanan.Seharusnya pada bulan yang mulia tersebut kita tidak menyingkapinya dengan berlebihan berikut tips tips makan - memakan yang berguna dan bisa di terapkan pada bulan yang penuh rahmat tersebut. Semoga Allah merahmati Kang Zaenal yang telah mau berbagi ilmunya…dengan kita semua.
Secara fisik yang perlu di perhatikan sebagai berikut:
1. Makanlah secukupnya ketika berbuka (dan ketika sahur). Ibarat kita sedang menjinakan singa, ia dibiarkan lapar sehari penuh. Lalu singa akan patuh dan semakin jinak apabila kita mengatur makannya sedikit demi sedikit. Berbeda bila setelah kita biarkan singa itu kelaparan dan tersiksa, lalu kita beri makan dia sepuasnya dan sesukanya niscaya bertambahlah ikatan kelezatan dan berlipatgandalah kekuatan sang singa. Bila sebulan kita perlakukan demikian, singa “nafsu” itu bukan semakin jinak dan patuh malah semakin keras dan buas.
2. Adalah lebih baik apabila makanan yang kita makan sama dengan hari-hari biasanya. Tidak ada yang melarang kita makan banyak dan segala macam diadakan pada bulan Puasa, tetapi hal demikian merupakan kesenangan bagi nafsu manusia. Bila anda orang yang teliti dan tertib, pasti bisa menghitung anggaran makan/minum di siang hari. Maka sedekahkanlah uang sebesar anggaran makan/minum siang anda, dan cukupkanlah sahur dan buka puasa anda.
3. Hindarilah menjadi ‘makhluk pemakan segala’ pada saat Lebaran tiba. Data statistik menunjukkan rumah sakit di Indonesia mengalami puncak layanan selepas Syawal, dengan keluhan jantung, stroke, dan sejenisnya. Sayangilah tubuh anda! Dan sayangi pula singa anda yang sudah dilatih sebulan penuh!
Kemudian yang bersifat non fisik yang justru sangat penting karena akan berkaitan dengan perkembangan “kejiwaan” kita :
1. Jangan makan daging saudara sendiri, apalagi siang hari bolong–dengan bergosip ria–karena membatalkan puasa. (QS. 49: 12). Dikisahkan dua orang wanita sedang berpuasa. Tiba-tiba keduanya diserang rasa lapar yang sangat, hampir-hampir keduanya binasa. Mereka lantas mengirim utusan kepada Rasulullah agar diizinkan berbuka. Maka Rasulullah mengirimkan kepada keduanya sebuah wadah, seraya meminta utusan wanita tadi: “Muntahkanlah kedalam wadah ini apa yang telah engkau makan!” Maka muntahlah dari kedua wanita itu darah dan daging mentah hampir memenuhi wadah. Atas hal ini Rasulullah bersabda: “Keduanya telah berpuasa dari apa yang dihalalkan oleh Allah (makan dan minum barang yang halal, red), namun berbuka dengan apa yang diharamkan oleh Allah (daging saudaranya yang telah mati)”.
2. Jangan mendengarkan yang tidak perlu, dusta, gosip, dll. Karena Al-Quran menyamakan antara orang yang berbicara dengan orang yang mendengar: “Mereka orang-orang yang suka mendengar untuk berdusta dan memakan makanan haram” (QS. Al-Maidah: 42).
3. Jangan memandang dengan nafsu. Sebagaimana hadits Nabi: “Lima perkara membatalkan puasa: berdusta, mengumpat, biang gosip, sumpah palsu, dan memandang dengan nafsu”.
Baca Selengkapnya →Tips Makan di Bulan Ramadhan

Gerakan Shalat dan Kesehatan

Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional
bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah
sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh)
seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat
masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan
salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan
salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan
manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk
menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia.
Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana
pemahaman kita mengenainya?TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar
telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada
bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah
bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi
jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir
lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan,
otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen
menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di
depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini
menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,
khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang
yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di
atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala
lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan
fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai
penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung
sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada
tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut
berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke
bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk
mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak
setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk
dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud
merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ
pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan
menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan,
lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher
dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan
darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak.
Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan
tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di
otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.
Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki
manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ
kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat
awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan
terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal
paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius.
Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang
sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit
menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar
kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy
dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut
meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan
tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan
kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara
maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala
menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini
mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit
wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan
iman, tetapi mempercantik diri wanita
luar;dalam.

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya
adalah manusia menundukkan diri
serendah rendahnya, bahkan lebih rendah dari
pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu
psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh
dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof
Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat
setinggitingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh
darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan
darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas
kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke
otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya
oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata
lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu
kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard
Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan
Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam
setelah diam melakukan riset pengembangan
khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan dalam salat mirip yoga atau
peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan
tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan
salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat
menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari
kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu,
termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian
atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan.
Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian
tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak
hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga
memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati
kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat
melampaui kepala dan dada,otot perut
(rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus)
berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di
sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini
menguntungkan wanita karena dalam persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan
yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang
menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia
justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan
tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan
organ perut pada tempatnya kembali
(fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada
dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat
awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang
terpenting adalah turut berkontraksinya
otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah
daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang,
yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas
kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan
daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di
atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus
menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki
kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan
lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di
daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan
meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel
dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan
secara rutin, maka sel‑sel yang rusak dapat
segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar.
Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan
kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit
wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan
leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini
menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit
kepala lainnya
Baca Selengkapnya →Gerakan Shalat dan Kesehatan
@Copyright by: Memories In My Life Yudi Gp